Prabowo Pidato di WEF Davos 22 Januari. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato utama di sesi plenary World Economic Forum Annual Meeting di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026 pukul 11.00 waktu setempat (17.00 WIB). Ini menjadi penampilan pertama Prabowo di forum ekonomi global paling bergengsi sejak dilantik Oktober 2024. Pidato bertema “Indonesia: Kekuatan Baru di Tengah Ketidakpastian Global” berlangsung sekitar 18 menit dan disiarkan langsung melalui kanal resmi WEF serta platform media nasional. Di tengah situasi dunia yang penuh gejolak—perang dagang AS-Eropa, konflik Timur Tengah, dan ketegangan Arktik—pidato Prabowo dinanti sebagai sinyal arah kebijakan luar negeri dan ekonomi Indonesia ke depan. MAKNA LAGU
Isi Pidato dan Poin Utama Pidato Prabowo: Prabowo Pidato di WEF Davos 22 Januari
Prabowo membuka pidato dengan menegaskan komitmen Indonesia tetap netral dan pro-perdamaian di tengah polarisasi global. Ia menyinggung isu Ukraina, Gaza, dan Arktik sebagai contoh konflik yang membutuhkan dialog inklusif, bukan konfrontasi. Prabowo menawarkan Indonesia sebagai “jembatan” antara Global South dan Global North, serta menekankan pentingnya reformasi tata kelola global agar lebih adil bagi negara berkembang—termasuk peran lebih besar di IMF dan World Bank.
Bagian kedua pidato fokus pada ekonomi. Prabowo memaparkan capaian satu tahun pemerintahan: pertumbuhan ekonomi 5,3%, surplus neraca perdagangan 12 bulan berturut-turut, dan posisi Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia. Ia menawarkan insentif baru bagi investor asing di sektor hilirisasi nikel, energi terbarukan, dan ekonomi digital, serta menjanjikan kepastian hukum dan kemudahan berusaha. Prabowo juga singgung visi “Indonesia Emas 2045” dan bagaimana negara ini siap jadi mitra strategis di tengah ketidakpastian rantai pasok global.
Konteks Kehadiran dan Reaksi Dunia: Prabowo Pidato di WEF Davos 22 Januari
Kehadiran Prabowo di WEF 2026 jadi sorotan karena ini pertama kalinya presiden Indonesia tampil di sesi plenary sejak Joko Widodo tahun 2015. Forum ini juga dihadiri Donald Trump (dalam kunjungan keduanya), Xi Jinping (virtual), Ursula von der Leyen, dan Narendra Modi—sehingga pidato Prabowo menjadi bagian dari dialog besar soal perdagangan, energi, dan keamanan. Delegasi Indonesia yang ikut terdiri dari Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, serta rombongan pengusaha besar dari Adaro, Vale Indonesia, dan beberapa unicorn digital untuk side meeting dengan investor global.
Reaksi dunia beragam. Beberapa pemimpin Eropa menyambut positif tawaran Indonesia sebagai mitra energi hijau, sementara delegasi AS dan China lebih fokus pada isu perdagangan dan rantai pasok. Di dalam negeri, pidato ini mendapat sambutan hangat dari pelaku usaha dan masyarakat—banyak yang berharap bisa tarik investasi besar ke proyek hilirisasi, IKN, dan energi terbarukan. IHSG naik 1,4% pada 22 Januari sore WIB, mencerminkan optimisme investor terhadap pesan Prabowo.
Dampak dan Harapan ke Depan
Pidato ini jadi momen diplomasi ekonomi besar pertama setelah kunjungan ke Beijing dan Washington akhir 2025. Prabowo berhasil menampilkan Indonesia sebagai negara yang stabil, terbuka, dan punya posisi tawar kuat di tengah ketidakpastian global. Beberapa CEO multinasional sudah jadwalkan pertemuan bilateral dengan Prabowo di sela forum, terutama di sektor nikel, baterai EV, dan digital economy. Di sisi lain, ada suara kritis dari aktivis lingkungan yang khawatir pidato Prabowo terlalu pro-investasi tambang tanpa cukup jaminan keberlanjutan. Namun secara keseluruhan, pidato ini dianggap berhasil tingkatkan citra Indonesia di mata dunia dan memberi sinyal positif bagi pasar domestik serta investor asing. Pemerintah berharap momentum Davos ini bisa diikuti dengan inflow investasi nyata dalam beberapa bulan ke depan.
Kesimpulan
Pidato Prabowo di WEF Davos 22 Januari 2026 bukan sekadar penampilan formal—ini momen diplomasi ekonomi besar yang berhasil tunjukkan Indonesia sebagai kekuatan baru di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Dengan pesan netralitas, keterbukaan investasi, dan seruan reformasi tata kelola global, Prabowo berhasil tingkatkan posisi tawar Indonesia di panggung internasional. Keberhasilan pidato ini bisa tarik investasi baru, perkuat citra negara, dan beri sinyal positif bagi pasar domestik. Semua mata tertuju pada follow-up nyata setelah Davos—semoga pidato ini bawa manfaat konkret bagi rakyat Indonesia. Prabowo tampil percaya diri dan berwibawa—Indonesia lagi naik kelas di mata dunia.