KA VS Minibus Anak Sekolah Menyebabkan 1 Orang Tewas

KA VS Minibus Anak Sekolah Menyebabkan 1 Orang Tewas

KA VS Minibus Anak Sekolah Menyebabkan 1 Orang Tewas. Tragedi memilukan terjadi di Padang, Sumatera Barat, ketika sebuah minibus yang membawa siswi SMA bertabrakan dengan Kereta Api Minangkabau Ekspres pada Kamis, 21 Agustus 2025. Kecelakaan di perlintasan Jati Koto Panjang, Kelurahan Jati, Kecamatan Padang Timur, ini merenggut satu nyawa dan melukai enam siswi lainnya. Sementara Arsenal menghadapi tantangan dengan cedera Kai Havertz dan adaptasi Viktor Gyokeres yang belum nyetel, peristiwa ini mengguncang warga Padang dan menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan di perlintasan kereta api. Siapa yang bertanggung jawab atas insiden ini, siapa korban yang meninggal, dan bagaimana kondisi penumpang lainnya? Berikut ulasan lengkapnya. BERITA LAINNYA

Siapa Yang Patut Disalahkan di Kejadian Ini
Kecelakaan ini menyoroti masalah keselamatan di perlintasan sebidang tanpa palang pintu, yang masih marak di Indonesia. Berdasarkan keterangan saksi, minibus Honda Mobilio yang membawa tujuh siswi SMA Negeri 10 Padang melaju dari arah Jati Parak Salai menuju Jalan Raya Jati. Saat melintasi rel, minibus tertabrak KA Minangkabau Ekspres yang bergerak dari Simpang Aru menuju Bandara Internasional Minangkabau. Dugaan awal menunjukkan kelalaian pengemudi minibus, yang tidak mendahulukan kereta api sebagaimana diatur dalam UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Perlintasan Jati Koto Panjang tidak memiliki palang pintu atau petugas jaga, yang memperbesar risiko kecelakaan. Namun, PT KAI Divre II Sumatera Barat juga mendapat sorotan karena minimnya peringatan visual atau sinyal di perlintasan tersebut. Kapolres Padang AKBP Andry Kurniawan menyebut pihaknya masih menyelidiki apakah ada faktor lain, seperti kondisi jalan atau kelalaian sistemik, yang berkontribusi pada insiden ini.

Siapa Nama Korban Yang Meninggal Tersebut
Korban meninggal dunia dalam kecelakaan ini adalah Nabila, siswi SMA Negeri 10 Padang berusia 16 tahun. Nabila dinyatakan meninggal di lokasi kejadian akibat luka parah di kepala setelah minibus yang ditumpanginya terseret sejauh 10 meter oleh kereta api. Jenazahnya langsung dievakuasi ke RS Yos Sudarso oleh tim gabungan BPBD, Damkar, kepolisian, dan warga setempat. Tragedi ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan teman-teman sekolah Nabila, yang terlihat memadati ruang IGD RS Yos Sudarso untuk menjenguk korban lainnya. Identitas Nabila dikonfirmasi oleh pihak keluarga pada sore hari, dan jenazahnya telah diserahkan untuk dimakamkan sesuai tradisi keluarga.

Bagaimana Dengan Penumpang Lainnya?
Selain Nabila, minibus tersebut membawa enam siswi lain yang selamat namun mengalami luka serius. Mereka adalah Nadia (16), Fitri (15), Aisyah (16), Rani (16), Siti (15), dan Laila (16), yang langsung dilarikan ke RS Yos Sudarso dan RSUP Dr. M. Djamil Padang. Berdasarkan keterangan medis, tiga siswi mengalami patah tulang pada lengan dan kaki, sementara lainnya menderita luka memar dan trauma kepala ringan. Hingga Kamis sore, 21 Agustus 2025, kelima siswi di RS Yos Sudarso masih dirawat intensif, sedangkan satu siswi di RSUP Dr. M. Djamil berada dalam kondisi kritis karena cedera kepala berat. Tim dokter terus memantau perkembangan mereka, dengan harapan tidak ada penambahan korban jiwa. Keluarga, guru, dan teman-teman sekolah korban memadati rumah sakit, menciptakan suasana haru. BPBD Kota Padang dan PT KAI menyiapkan tim konseling untuk membantu korban dan keluarga mengatasi trauma pasca-kejadian.

Kesimpulan: KA VS Minibus Anak Sekolah Menyebabkan 1 Orang Tewas
Kecelakaan tragis antara KA Minangkabau Ekspres dan minibus siswi SMA di Padang pada 21 Agustus 2025 menjadi pengingat pahit akan bahaya perlintasan sebidang tanpa pengaman memadai. Sementara Arsenal berjuang dengan cedera Havertz dan adaptasi Gyokeres, warga Padang berduka atas kehilangan Nabila dan mendoakan kesembuhan enam siswi lainnya. Tanggung jawab atas insiden ini tampaknya terbagi antara kelalaian pengemudi dan minimnya infrastruktur keselamatan di perlintasan Jati Koto Panjang. Dengan penyelidikan yang masih berlangsung, diharapkan ada langkah konkret dari pemerintah dan PT KAI untuk memperbaiki sistem perlintasan, seperti pemasangan palang pintu otomatis dan sinyal peringatan. Tragedi ini juga menggarisbawahi pentingnya kesadaran pengguna jalan untuk mendahulukan kereta api. Masyarakat Padang kini berharap kejadian serupa tidak terulang, dan keluarga korban mendapat kekuatan untuk menghadapi duka mendalam ini.

 

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *