Indeks Saham PPPK THR & Sektor Imlek Naik

Indeks Saham PPPK THR & Sektor Imlek Naik

Indeks Saham PPPK THR & Sektor Imlek Naik. Pada perdagangan 18 Februari 2026, indeks saham yang terkait dengan PNS, PPPK, THR, dan sektor konsumsi Imlek menunjukkan penguatan signifikan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks sektoral konsumsi naik 2,18%, sementara saham-saham emiten yang biasa diuntungkan oleh pencairan THR dan gaji ke-13 PPPK mengalami lonjakan rata-rata 4–7%. Fenomena ini didorong oleh antisipasi pencairan THR PNS dan PPPK paling lambat akhir Maret 2026 sesuai PP No. 11 Tahun 2025, serta tradisi belanja Imlek yang dimulai lebih awal tahun ini. IHSG ditutup menguat 1,42% ke level 7.812, dengan volume transaksi mencapai Rp 14,3 triliun—tertinggi dalam dua minggu terakhir. VENUE NIKAH

Faktor Pendorong Kenaikan Indeks Sektoral: Indeks Saham PPPK THR & Sektor Imlek Naik

Pencairan THR dan gaji ke-13 bagi PNS serta PPPK tahun 2026 diproyeksikan mencapai Rp 48,7 triliun (naik 12% dari tahun lalu), yang sebagian besar akan mengalir ke sektor ritel, makanan-minuman, dan barang konsumsi harian. Emiten seperti UNVR (Unilever Indonesia), ICBP (Indofood CBP Sukses Makmur), MYOR (Mayora Indah), dan CPIN (Charoen Pokphand Indonesia) menjadi penerima manfaat utama. Saham-saham ini rata-rata naik 5,2–7,8% dalam dua hari perdagangan terakhir (17–18 Februari).
Sektor ritel modern juga ikut menguat. Saham MAPI (Mitra Adiperkasa) naik 6,4%, AMRT (Sumber Alfaria Trijaya/Alfamart) menguat 4,9%, dan ACES (Ace Hardware Indonesia) terangkat 5,1%. Analis pasar mencatat bahwa belanja Imlek tahun ini mulai bergeser lebih awal karena kalender lunar yang lebih cepat, sehingga konsumen sudah mulai membeli kue kering, parcel, dan kebutuhan angpao sejak awal Februari. Selain itu, diskon besar-besaran di platform e-commerce selama periode 2.2 dan 2.14 turut mendorong transaksi ritel fisik maupun online.

Emiten Penerima Manfaat Utama: Indeks Saham PPPK THR & Sektor Imlek Naik

Beberapa saham yang paling diuntungkan pekan ini antara lain:
ICBP (+7,2%): Penjualan mi instan dan makanan ringan melonjak tajam karena stok Lebaran-Imlek.
MYOR (+6,8%): Permen, biskuit, dan kopi sachet laris karena tradisi bagi-bagi Imlek.
UNVR (+5,9%): Produk kebersihan dan perawatan pribadi menjadi pilihan utama menjelang hari raya.
CPIN (+4,7%): Daging ayam dan pakan ternak tetap stabil meski harga naik, karena permintaan menu Imlek.
RANC (Ranch Market) dan MIDI (Midi Utama Indonesia) juga mencatat kenaikan masing-masing 5,1% dan 4,3%.
Analis pasar menyebut fenomena ini sebagai “efek THR-Imlek ganda”, di mana pencairan dana pemerintah bertepatan dengan tradisi belanja besar-besaran menjelang Imlek dan antisipasi Lebaran.

Proyeksi dan Saran Investor

Analis dari beberapa sekuritas memproyeksikan sektor konsumsi akan tetap kuat hingga Maret 2026, terutama emiten barang konsumsi harian (consumer staples). Namun mereka juga mengingatkan potensi koreksi setelah periode belanja puncak selesai. Investor disarankan untuk tetap memantau inflasi pangan dan kebijakan suku bunga BI yang kemungkinan masih akan dipertahankan di level 6% pada Rapat Dewan Gubernur Februari 2026.

Kesimpulan

Kenaikan indeks saham sektor konsumsi dan emiten terkait THR serta Imlek pada 18 Februari 2026 menunjukkan respons pasar yang cepat terhadap pencairan dana pemerintah dan tradisi belanja musiman. Emiten seperti ICBP, MYOR, UNVR, dan CPIN menjadi penerima manfaat utama dengan penguatan harga saham 5–8% dalam dua hari terakhir. Fenomena ini memperkuat posisi sektor konsumsi sebagai penopang IHSG di tengah ketidakpastian global. Bagi investor ritel, periode Februari–Maret masih menawarkan peluang, namun disiplin dalam mengambil untung dan mengelola risiko tetap diperlukan. Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan ketangguhannya, didorong oleh daya beli domestik yang kuat menjelang hari raya. Semoga momentum positif ini terus berlanjut hingga akhir kuartal I 2026.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *