Gempa M2.3 Guncang Labuan Bajo NTT. Pagi hari Rabu, 4 Februari 2026, wilayah Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur, kembali diguncang gempa bumi kecil. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika mencatat gempa bermagnitudo 2,3 terjadi sekitar pukul 08.54 WIB. Pusat gempa berada di laut, sekitar 31 km barat laut Labuan Bajo, dengan kedalaman mencapai 167 km. Meski kekuatannya tergolong sangat kecil, kejadian ini menjadi pengingat bahwa zona Flores dan sekitarnya memang aktif secara seismik. Untungnya, gempa ini tidak menimbulkan kerusakan atau korban. INFO PROPERTI
Detail Parameter dan Lokasi Gempa: Gempa M2.3 Guncang Labuan Bajo NTT
Gempa tercatat dengan koordinat 8,22° LS dan 119,81° BT. Kedalaman 167 km menempatkannya dalam kategori gempa menengah, yang biasanya menghasilkan getaran lebih lemah di permukaan dibandingkan gempa dangkal. BMKG langsung merilis informasi melalui kanal resmi, menyatakan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami karena kedalamannya yang cukup dalam dan magnitudonya rendah.
Lokasi episenter berada di Laut Flores, wilayah yang secara geologis berada di pertemuan lempeng Indo-Australia dan Eurasia. Aktivitas subduksi di zona ini sering menghasilkan gempa kecil hingga menengah hampir setiap hari. Gempa M 2,3 ini termasuk dalam rangkaian aktivitas mikro yang biasa terjadi di sekitar Labuan Bajo sepanjang tahun, terutama di bulan-bulan awal 2026 yang menunjukkan fluktuasi seismisitas ringan.
Getaran dirasakan sangat lemah atau bahkan tidak terasa oleh sebagian besar warga. Beberapa penduduk di kawasan pesisir dan pusat kota melaporkan merasakan guncangan ringan sekilas, seperti getaran truk lewat, tapi tidak ada yang panik atau keluar rumah. Ini sesuai dengan skala intensitas gempa kecil yang biasanya hanya terdeteksi oleh seismograf, bukan oleh indera manusia secara luas.
Dampak dan Respons Masyarakat
Hingga beberapa jam setelah kejadian, tidak ada laporan kerusakan bangunan, retak tembok, atau gangguan layanan publik. Fasilitas vital seperti bandara, pelabuhan, dan kawasan wisata di sekitar Taman Nasional Komodo tetap beroperasi normal. Warga Labuan Bajo yang mayoritas sudah terbiasa dengan gempa kecil cenderung merespons dengan tenang—beberapa hanya mengecek informasi di ponsel lalu melanjutkan aktivitas sehari-hari.
Pihak BPBD Kabupaten Manggarai Barat langsung berkoordinasi dengan BMKG untuk memantau kemungkinan gempa susulan. Meski probabilitas gempa besar ikut terjadi sangat rendah, tim tetap siaga dan mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap guncangan lanjutan atau fenomena tak biasa. Edukasi sederhana seperti “jatuh, lindungi, tahan” kembali disosialisasikan melalui grup komunitas dan media lokal.
Wilayah Labuan Bajo sendiri memang sering mengalami gempa kecil karena posisinya di jalur cincin api Pasifik. Sepanjang Januari hingga awal Februari 2026, sudah tercatat beberapa kejadian serupa dengan magnitudo di bawah 3,0, semuanya tanpa dampak signifikan. Ini menunjukkan bahwa aktivitas tektonik di zona tersebut masih dalam kondisi normal dan bukan indikasi akan terjadi gempa besar dalam waktu dekat.
Kesimpulan
Gempa magnitudo 2,3 yang mengguncang Labuan Bajo pagi ini hanyalah salah satu dari banyak gempa kecil yang rutin terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dengan kedalaman 167 km dan jarak episenter yang cukup jauh dari daratan, dampaknya minimal dan tidak menimbulkan kekhawatiran. Kejadian ini sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan gempa. Selama BMKG terus memantau dan warga menjaga kewaspadaan tanpa panik berlebihan, aktivitas sehari-hari di kota pariwisata ini bisa berjalan seperti biasa. Labuan Bajo tetap aman untuk dikunjungi, asal semua pihak terus mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait.