Cuaca Ekstrem Meluas ke Sulut & Maluku

Cuaca Ekstrem Meluas ke Sulut & Maluku

Cuaca Ekstrem Meluas ke Sulut & Maluku. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperluas peringatan cuaca ekstrem hingga 6 Februari 2026 ke Sulawesi Utara (Sulut) dan Maluku. Hujan lebat disertai kilat/petir, angin kencang 45–75 km/jam, serta gelombang tinggi 2,5–4 meter diprediksi masih berpotensi terjadi setiap hari. Peringatan ini diperpanjang karena bibit siklon tropis di Laut Banda yang terus aktif menarik massa udara basah, ditambah angin monsun baratan yang kuat. Hingga pagi 5 Februari, hujan deras sudah menyebabkan banjir bandang di Minahasa Utara, Bolaang Mongondow, serta genangan dan longsor di Ternate dan Ambon. INFO SAHAM

Wilayah Rawan dan Intensitas Cuaca: Cuaca Ekstrem Meluas ke Sulut & Maluku

Di Sulawesi Utara, curah hujan tercatat 140–260 mm dalam 24 jam terakhir di wilayah pesisir utara dan pegunungan:
Kabupaten Minahasa Utara dan Minahasa: banjir bandang Sungai Tondano dan genangan di Kecamatan Airmadidi serta Likupang.
Bolaang Mongondow dan Kotamobagu: longsor di lereng Gunung Ambang dan Gunung Klabat, akses jalan trans-Sulut terhalang.
Kota Manado dan Bitung: angin kencang hingga 70 km/jam, pohon tumbang di kawasan Megamas dan kawasan pelabuhan.
Di Maluku, curah hujan mencapai 180–300 mm di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil:
Kota Ternate dan Tidore Kepulauan: banjir bandang dan longsor di lereng Gunung Gamalama, genangan hingga 80–120 cm.
Kota Ambon dan Maluku Tengah: luapan Sungai Waeapo dan genangan rob di kawasan pesisir Passo serta Lateri.
Pulau Buru dan Seram: angin kencang hingga 75 km/jam, gelombang tinggi 3–5 meter di perairan selatan.
Potensi cuaca ekstrem masih tinggi hingga 6 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi pukul 04.00–07.00 dan 16.00–19.00 WIT.

Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: Cuaca Ekstrem Meluas ke Sulut & Maluku

Di Sulut, lebih dari 5.000 jiwa terdampak, dengan sekitar 1.200 keluarga mengungsi sementara ke posko-posko di masjid, sekolah, dan balai desa. Banjir bandang di Minahasa Utara menewaskan 1 orang dan melukai 5 lainnya. Akses jalan nasional Manado–Bitung sempat terputus karena longsor.
Di Maluku, banjir dan longsor memengaruhi lebih dari 4.000 jiwa, terutama di Ternate dan Ambon. Satu orang dilaporkan meninggal akibat longsor di Tidore, dan akses pelabuhan Ternate terganggu karena gelombang tinggi.
BPBD Sulut dan Maluku langsung membuka posko gabungan sejak malam 3 Februari. Tim SAR gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, Tagana, dan relawan menggunakan perahu karet dan alat berat untuk evakuasi warga. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke puluhan desa terdampak. Gubernur Sulut dan Maluku menyatakan status tanggap darurat di wilayah rawan dan memerintahkan percepatan penyedotan air serta pembersihan material longsor.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG memperpanjang status siaga hingga 6 Februari dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi di Sulut dan Maluku. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, longsor di lereng curam, pohon tumbang, dan gelombang tinggi di pantai. Rekomendasi utama:
Hindari aktivitas di tepi sungai, lereng curam, dan pantai saat cuaca ekstrem.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang.

Kesimpulan

Peringatan BMKG tentang hujan lebat dan angin kencang di Sulawesi Utara serta Maluku hingga 6 Februari 2026 harus menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah. Cuaca ekstrem yang dipicu bibit siklon tropis dan angin monsun baratan sudah menimbulkan banjir, longsor, dan kerugian di berbagai wilayah. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah provinsi sudah terlihat, namun potensi bencana susulan tetap tinggi. Semoga cuaca segera membaik dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan solidaritas tetap menjadi kunci menghadapi musim hujan yang masih panjang.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *