BNPB Catat 28 Bencana Banjir & Longsor 17-18 Feb. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan 28 kejadian bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada 17–18 Februari 2026. Mayoritas kejadian dipicu curah hujan tinggi yang mengguyur hampir seluruh Pulau Jawa, sebagian Sumatra, dan Kalimantan selama dua hari tersebut. Data sementara hingga pagi 19 Februari menyebutkan 14 orang meninggal dunia, 9 orang hilang, 41 orang luka-luka, serta 12.874 jiwa terdampak dan mengungsi. Kerusakan infrastruktur meliputi 1.248 rumah rusak ringan hingga berat, 18 jembatan putus, dan puluhan titik jalan nasional serta provinsi terputus. BNPB menyatakan situasi ini merupakan puncak musim hujan di beberapa daerah dan meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir bandang serta longsor susulan. BERITA TERKINI
Sebaran dan Dampak Terbesar: BNPB Catat 28 Bencana Banjir & Longsor 17-18 Feb
Dari 28 kejadian, Jawa Tengah menjadi provinsi paling terdampak dengan 11 kasus, diikuti Jawa Barat (8 kasus), Jawa Timur (5 kasus), dan sisanya tersebar di Sumatra Utara, Lampung, serta Kalimantan Barat. Beberapa kejadian menonjol:
Banjir bandang dan longsor di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, menewaskan 6 orang dan membuat 4.200 jiwa mengungsi.
Longsor di wilayah Purworejo dan Kebumen menutup akses jalan nasional selatan Jawa selama lebih dari 12 jam.
Banjir di Kabupaten Bandung Barat dan Sumedang menyebabkan 3.800 rumah terendam dan 2 orang hilang.
Di Jawa Timur, banjir di Kabupaten Lumajang dan Malang membuat 2.100 jiwa mengungsi dan merendam ribuan hektare sawah.
Curah hujan ekstrem mencapai 150–250 mm dalam 24 jam di beberapa titik, melebihi normal bulanan Februari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat adanya fenomena La Niña lemah yang memperkuat intensitas hujan di Jawa dan Bali. BNPB mencatat total kerugian material sementara mencapai ratusan miliar rupiah, dengan kerusakan terparah pada infrastruktur jalan dan rumah warga.
Upaya Penanganan dan Respons Pemerintah: BNPB Catat 28 Bencana Banjir & Longsor 17-18 Feb
BNPB bersama BPBD provinsi dan kabupaten langsung mengerahkan tim reaksi cepat sejak 17 Februari malam. Evakuasi massal dilakukan di daerah rawan longsor dan banjir bandang, terutama di lereng gunung dan aliran sungai kecil. Hingga 19 Februari pagi, 12.874 jiwa masih mengungsi di 142 titik pengungsian, dengan bantuan logistik berupa makanan siap saji, selimut, tenda, dan obat-obatan sudah didistribusikan. Presiden Prabowo Subianto melalui Sekretariat Kabinet menyatakan duka cita atas korban jiwa dan memerintahkan percepatan penanganan serta rehabilitasi. Kementerian PUPR dan Kementerian Sosial dikerahkan untuk memperbaiki jembatan darurat dan menyalurkan bantuan tunai serta sembako. BMKG memperpanjang peringatan dini hingga 22 Februari dengan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan di zona merah longsor dan banjir, termasuk memastikan jalur evakuasi tetap terbuka.
Kesimpulan
Bencana banjir dan longsor yang menimpa 28 titik pada 17–18 Februari 2026 menjadi pengingat keras bahwa musim hujan kali ini berpotensi lebih ekstrem dari tahun-tahun sebelumnya. BNPB mencatat 14 korban meninggal, 9 hilang, dan ribuan jiwa terdampak menunjukkan betapa seriusnya ancaman hidrometeorologi di berbagai wilayah. Di tengah Februari 2026, respons cepat pemerintah dan kesiapsiagaan masyarakat menjadi kunci untuk meminimalkan korban dan kerugian. Kejadian ini juga menjadi momentum untuk mempercepat pembangunan infrastruktur tahan bencana, penataan sungai, dan edukasi mitigasi di daerah rawan. Semoga curah hujan ke depan tidak lagi menimbulkan korban jiwa, dan masyarakat tetap waspada sambil terus beradaptasi dengan pola cuaca yang semakin tidak menentu.