BMKG: Hujan Lebat Masih Dominasi Jawa & Sumatera. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan dini hujan lebat yang masih menguasai hampir seluruh Jawa dan Sumatera hingga Minggu malam (15 Februari 2026). Curah hujan harian diperkirakan mencapai 100–200 mm di wilayah pegunungan Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sumatera Barat, Sumatera Selatan, dan Lampung. Status siaga banjir, longsor, dan banjir bandang diberlakukan di 18 kabupaten/kota di Jawa dan 12 kabupaten/kota di Sumatera. Hingga Jumat sore, genangan masih merendam ratusan rumah di Bekasi, Karawang, Bandung, Semarang, dan Padang. BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan karena potensi hujan ekstrem masih tinggi akibat Monsun Asia yang aktif dan bibit siklon tropis di Samudra Hindia selatan Jawa. INFO DJ
Penyebab dan Prakiraan Cuaca: BMKG: Hujan Lebat Masih Dominasi Jawa & Sumatera
Hujan lebat yang masih berlangsung dipicu oleh tiga faktor utama. Pertama, Monsun Asia yang kuat membawa massa udara lembap dari Samudra Hindia ke daratan Indonesia bagian barat. Kedua, bibit siklon tropis yang berada sekitar 600–900 km barat daya Lampung masih aktif dan memperkuat konvergensi angin di atas Jawa dan Sumatera. Ketiga, kelembapan udara lapisan rendah yang mencapai 90–95 persen ditambah suhu permukaan laut hangat (>29 °C) mendukung pembentukan awan cumulonimbus besar.
BMKG memperkirakan hujan lebat hingga sangat lebat (100–200 mm/hari) masih dominan hingga Sabtu malam di Jawa Barat (Bandung, Bogor, Sukabumi, Cianjur), Jawa Tengah (Semarang, Purwokerto, Cilacap), Jawa Timur (Malang, Blitar, Kediri), serta Sumatera Barat (Padang, Bukittinggi), Sumatera Selatan (Lubuklinggau, Lahat), dan Lampung (Tanggamus, Pringsewu). Pada Minggu intensitas mulai menurun menjadi hujan sedang-lebat, tapi potensi longsor dan banjir bandang tetap tinggi di lereng gunung dan hulu sungai.
Dampak dan Penanganan: BMKG: Hujan Lebat Masih Dominasi Jawa & Sumatera
Dampak terasa luas sejak Rabu malam. Di Jawa Barat, longsor kecil terjadi di jalur Bogor–Ciawi dan Puncak Pass, sementara genangan merendam ratusan rumah di Bekasi, Karawang, dan Depok. Di Jawa Tengah, banjir bandang melanda lereng Gunung Merapi dan Merbabu, merusak puluhan rumah dan jembatan kecil. Di Sumatera Barat, hujan lebat menyebabkan banjir di Padang dan longsor di kawasan Bukittinggi. Total rumah terendam mencapai lebih dari 1.500 unit, dengan sekitar 4.200 jiwa mengungsi ke masjid, gereja, dan balai desa.
BPBD di Jawa dan Sumatera bersama TNI-Polri, Basarnas, Tagana, dan relawan PMI mendirikan posko darurat di titik-titik rawan. Distribusi sembako, air minum, selimut, dan masker sudah berjalan. PLN memulihkan listrik secara bertahap setelah ratusan tiang roboh tertimpa pohon tumbang. Dinas Kesehatan membuka posko kesehatan darurat untuk mencegah penyakit pasca-banjir seperti diare dan ISPA. Gubernur Jawa Barat dan Gubernur Sumatera Barat menyatakan siap mengalokasikan dana siaga provinsi, sementara BNPB menyiapkan bantuan tambahan jika genangan tidak surut dalam 48 jam ke depan.
Kesimpulan
Peringatan BMKG soal hujan sangat lebat yang masih dominasi Jawa dan Sumatera harus dijadikan sinyal serius oleh semua pihak. Meski belum menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar, potensi banjir, longsor, dan banjir bandang sangat nyata, terutama di wilayah pegunungan dan hulu sungai. Respons cepat pemerintah daerah dan pusat patut diapresiasi, terutama dalam pembukaan posko dan distribusi bantuan. Namun kejadian ini juga menegaskan perlunya solusi jangka panjang: normalisasi sungai, restorasi hutan lindung, penataan drainase kota, dan edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi. Semoga hujan segera reda dan wilayah Jawa serta Sumatera bisa melewati periode ini tanpa korban jiwa maupun kerugian besar. Warga dan pengendara diimbau tetap waspada, ikuti peringatan resmi, dan hindari daerah rawan hingga cuaca benar-benar membaik.