Banjir Thailand Dipicu Oleh Hujan Terderas Setelah 3 Abad

banjir-thailand-dipicu-oleh-hujan-terderas-setelah-3-abad

Banjir Thailand Dipicu Oleh Hujan Terderas Setelah 3 Abad. Pagi yang seharusnya tenang di selatan Thailand berubah jadi mimpi buruk pada akhir November 2025, saat hujan deras yang disebut “sekali dalam 300 tahun” menghantam wilayah itu. Gempuran curah hujan mencapai 335 milimeter dalam sehari di Hat Yai, kota perdagangan utama di Provinsi Songkhla, picu banjir bandang yang tenggelamkan jalan, rumah, dan fasilitas vital. Air setinggi 2,5 meter menyapu kota, isolasi rumah sakit, dan sebabkan kematian setidaknya 33 orang di seluruh selatan Thailand—kebanyakan akibat sengatan listrik dan kecelakaan terkait banjir. Lebih dari 1,9 juta warga terdampak, dengan ribuan mengungsi ke atap rumah atau shelter sementara. Pemerintah pusat naikkan status darurat ke level 4, libatkan militer dengan kapal induk dan helikopter untuk evakuasi. Banjir ini tak hanya bencana lokal; ia jadi pengingat betapa perubahan iklim ubah pola hujan musiman jadi ancaman ekstrem, di saat Thailand dan tetangganya seperti Malaysia dan Vietnam juga bergulat dengan genangan serupa. BERITA BASKET

Hujan Ekstrem: Catatan 335 mm yang Tak Tertandingi: Banjir Thailand Dipicu Oleh Hujan Terderas Setelah 3 Abad

Hujan deras mulai mengguyur sejak 19 November, dipicu monsoon trough dan sel rendah tekanan yang bertahan hingga kini. Di Hat Yai, puncaknya datang 21 November dengan 335 mm curah hujan—rekor harian tertinggi dalam 300 tahun, lewati puncak sebelumnya 428 mm pada 2010. Total tiga hari, wilayah itu terima 630 mm air, setara curah bulanan normal. Badan Geoinformasi dan Teknologi Luar Angkasa Thailand catat aliran air dari pegunungan Khao Kho Hong dan sungai Nakhon Si Thammarat konvergen ke kanal U-Tapao, overload sistem drainase kota. La Niña dan sistem tekanan tinggi dari China tambah intensitas, buat hujan tak henti. Di Songkhla, air naik cepat malam 23 November, tenggelamkan pusat kota dalam hitungan jam. Ini bukan hujan biasa; data Royal Irrigation Department sebut frekuensi ekstrem seperti ini naik 50 persen sejak 2000, soroti dampak perubahan iklim yang buat musim hujan Thailand lebih ganas.

Dampak Banjir: Korban, Evakuasi, dan Krisis Kesehatan: Banjir Thailand Dipicu Oleh Hujan Terderas Setelah 3 Abad

Banjir ini sebabkan 33 kematian di 10 provinsi selatan, termasuk Songkhla, Pattani, Yala, dan Narathiwat—kebanyakan dari sengatan listrik saat warga coba selamatkan barang. Lebih dari 300.000 orang di Hat Yai saja terisolasi, dengan air setinggi 4 meter di beberapa spot. Rumah sakit Hat Yai jadi sorotan: banjir potong akses ke bangsal bersalin dengan 30 bayi baru lahir, paksa evakuasi via perahu karet. Tim medis angkut pasien kritis dengan helikopter militer ke Songklanagarind Hospital. Ekonomi lumpuh: kerugian Songkhla capai 500 juta baht, pasar tutup, dan transportasi lumpuh—jalan nasional Tengah Selatan terendam, buat ribuan wisatawan terjebak. Ungsi massal: 13.000 orang ke shelter, tapi ribuan lagi bertahan di atap rumah. Video viral tunjukkan ular raksasa berenang di air keruh, dan tiga anak pegang kabel listrik untuk selamat—simbol keputusasaan. Kesehatan jadi isu: infeksi kulit naik, dan akses air bersih terbatas.

Respons Pemerintah: Militer dan Bantuan Darurat

Pemerintah respons cepat tapi tertantang. Perdana Menteri Anutin Charnvirakul naikkan status darurat level 4 di Songkhla dan Hat Yai 26 November, libatkan TNI dengan pesawat C-130 angkut obat-obatan, makanan, dan air. Angkatan Laut kirim kapal induk Chakri Naruebet dengan 14 perahu dan dua helikopter, plus dapur lapangan yang bisa sajikan 3.000 makanan sehari. Royal Irrigation Department pasang puluhan pompa air untuk alirkan banjir ke Danau Songkhla dan Teluk Thailand. Departemen Pencegahan Bencana Mitigasi (DDPM) evakuasi 2 juta orang, tapi hujan lanjut hambat upaya. Gubernur Songkhla koordinasi dengan relawan lokal untuk distribusi bantuan, sementara PM Charnvirakul janji kompensasi 10.000 baht per keluarga terdampak. Di tingkat nasional, BNPB pantau 24 jam, tapi kritik muncul soal drainase kota yang tak siap—seperti banjir 2000 yang tebus 100 nyawa. Respons ini tunjukkan kemajuan, tapi hujan ekstrem uji infrastruktur Thailand yang sudah usang.

Kesimpulan

Banjir Thailand akibat hujan terderas setelah 300 tahun jadi bencana yang tak terlupakan, tenggelamkan selatan negara itu dengan 33 korban dan jutaan terdampak. Dari Hat Yai yang lumpuh hingga evakuasi dramatis di rumah sakit, kejadian ini soroti urgensi adaptasi iklim—dari drainase modern hingga peringatan dini. Pemerintah gerak cepat dengan militer dan bantuan, tapi pelajaran 2010 ingatkan: investasi infrastruktur krusial. Saat air surut, Thailand bangkit lagi, tapi harapannya, kejadian ini dorong perubahan permanen. Di Asia Tenggara yang rentan banjir, Thailand tunjukkan ketangguhan—tapi juga kelemahan yang harus diperbaiki segera.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *