Polda Riau Menggelar Pelatihan Kehumasan. Polda Riau baru saja menyelenggarakan Pelatihan Kehumasan Polri Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari di Aula Bhayangkara Mapolda Riau, Pekanbaru, mulai Selasa hingga Kamis, 10-12 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti oleh 120 peserta yang terdiri dari perwira dan bintara yang bertugas di bidang humas satuan jajaran Polda Riau serta Polres-Polres di seluruh provinsi. Pelatihan dibuka langsung oleh Kapolda Riau yang menekankan pentingnya peningkatan kapasitas kehumasan di era informasi digital saat ini, di mana setiap informasi yang disebarkan bisa memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dalam hitungan menit. Materi yang disampaikan mencakup strategi komunikasi publik, penanganan krisis media, produksi konten digital yang akurat dan menarik, serta etika jurnalistik dalam merespons isu-isu sensitif. Dengan latar belakang maraknya hoaks dan dinamika opini publik yang cepat berubah, pelatihan ini menjadi salah satu upaya konkret Polda Riau untuk memastikan penyampaian informasi yang transparan, tepat waktu, dan dapat dipercaya oleh masyarakat. REVIEW FILM
Tujuan dan Manfaat Pelatihan bagi Personel Humas: Polda Riau Menggelar Pelatihan Kehumasan
Pelatihan kehumasan ini dirancang dengan tujuan utama untuk membekali personel humas dengan keterampilan komunikasi modern yang sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan masyarakat saat ini. Peserta diajak memahami bagaimana membangun narasi positif tentang kinerja polisi tanpa mengabaikan prinsip transparansi dan akuntabilitas, sekaligus mampu merespons cepat terhadap isu negatif atau misinformasi yang beredar di platform digital. Manfaat yang diharapkan tidak hanya terlihat pada peningkatan kualitas rilis berita dan konferensi pers, tetapi juga pada kemampuan membangun hubungan baik dengan wartawan, influencer, serta komunitas lokal. Kapolda Riau dalam arahannya menyampaikan bahwa humas yang kompeten adalah ujung tombak dalam menjaga citra positif institusi sekaligus menjadi jembatan antara polisi dan masyarakat, terutama di wilayah Riau yang memiliki keragaman sosial dan sering menghadapi isu kompleks seperti konflik lahan, kejahatan siber, serta penegakan hukum di sektor kehutanan dan perkebunan. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan bisa meningkatkan kepercayaan publik melalui penyampaian informasi yang lebih profesional dan humanis.
Materi Pelatihan dan Metode yang Digunakan: Polda Riau Menggelar Pelatihan Kehumasan
Materi pelatihan yang disajikan cukup komprehensif, mulai dari dasar-dasar komunikasi krisis hingga teknik produksi konten multimedia untuk media sosial. Peserta mendapatkan sesi khusus tentang cara mengelola akun resmi satuan di platform digital, termasuk strategi penjadwalan posting, penggunaan visual yang menarik, dan monitoring sentimen publik secara real-time. Ada juga modul tentang wawancara media, teknik negosiasi dengan jurnalis, serta simulasi penanganan krisis seperti penangkapan tokoh publik atau insiden kecelakaan lalu lintas besar yang memerlukan komunikasi cepat dan akurat. Metode pengajaran menggabungkan ceramah dari narasumber berpengalaman, diskusi kelompok, serta latihan praktik langsung seperti membuat press release, mengedit video pendek, dan role-play konferensi pers. Pendekatan ini dipilih agar peserta tidak hanya menerima teori, tetapi juga langsung mempraktikkan keterampilan baru di bawah bimbingan instruktur yang telah terlatih di bidang kehumasan tingkat nasional. Seluruh sesi dirancang interaktif sehingga peserta bisa saling berbagi pengalaman lapangan dari berbagai wilayah di Riau, mulai dari daerah perkotaan Pekanbaru hingga pelosok Rokan Hulu dan Kepulauan Meranti.
Dampak yang Diharapkan terhadap Kinerja Humas Polda Riau
Pelatihan ini diharapkan membawa dampak nyata terhadap kinerja bidang humas di seluruh jajaran Polda Riau, terutama dalam membangun komunikasi dua arah yang lebih efektif dengan masyarakat. Dengan kemampuan yang ditingkatkan, personel humas bisa lebih proaktif menyampaikan informasi pencegahan kejahatan, progres penanganan kasus besar, serta program-program kepolisian yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari warga. Di sisi lain, kemampuan menangkal hoaks dan merespons isu sensitif dengan cepat diharapkan bisa mengurangi potensi konflik sosial yang dipicu oleh informasi keliru. Peserta juga diajarkan untuk memanfaatkan data dan analitik sederhana guna memahami pola persepsi publik, sehingga strategi komunikasi bisa lebih tepat sasaran. Secara keseluruhan, investasi pada pelatihan semacam ini dianggap penting untuk memperkuat peran polisi sebagai pelindung dan pelayan masyarakat, bukan hanya sebagai penegak hukum, sehingga kehadiran aparat di tengah masyarakat terasa lebih dekat dan dapat diandalkan.
Kesimpulan
Pelaksanaan Pelatihan Kehumasan Polri 2026 oleh Polda Riau menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan komunikasi publik di era digital yang serba cepat dan penuh informasi. Dengan melibatkan ratusan personel dari berbagai satuan, kegiatan ini tidak hanya meningkatkan kapasitas individu, tetapi juga memperkuat sistem kehumasan secara keseluruhan di wilayah Riau. Harapannya, setelah pelatihan selesai, masyarakat akan merasakan perbedaan dalam cara polisi menyampaikan informasi—lebih terbuka, lebih cepat, dan lebih mudah dipahami. Di tengah dinamika sosial yang kompleks di provinsi ini, humas yang kompeten menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mendukung keberhasilan tugas-tugas kepolisian lainnya. Polda Riau menunjukkan komitmen nyata bahwa pembinaan personel tidak berhenti pada aspek teknis penegakan hukum, tetapi juga mencakup kemampuan berkomunikasi yang efektif demi terwujudnya polisi yang presisi, humanis, dan dicintai masyarakat.