Ex-Siklon PENHA Melemah, Dampak Cuaca Masih Tinggi

Ex-Siklon PENHA Melemah, Dampak Cuaca Masih Tinggi

Ex-Siklon PENHA Melemah, Dampak Cuaca Masih Tinggi. Siklon tropis PENHA yang terbentuk di Samudra Hindia selatan Jawa pada 5 Februari 2026 telah melemah menjadi bibit siklon (low pressure area) pada pagi 7 Februari 2026. BMKG menyatakan pusat bibit siklon kini berada sekitar 13° LS dan 108° BT dengan kecepatan angin maksimum turun menjadi 30–40 km/jam. Meski siklon sudah tidak aktif lagi, sisa massa udara basah dan konvergensi angin masih sangat kuat, menyebabkan hujan lebat hingga sangat lebat terus terjadi di Jawa, Sumatera selatan, dan sebagian Kalimantan. Hingga Sabtu pagi 7 Februari, banjir, longsor, dan genangan masih melanda belasan kabupaten/kota, dengan korban jiwa bertambah menjadi 7 orang dan lebih dari 85.000 jiwa terdampak. REVIEW FILM

Wilayah Terdampak dan Intensitas Hujan: Ex-Siklon PENHA Melemah, Dampak Cuaca Masih Tinggi

Hujan lebat hingga sangat lebat masih berlangsung di:
Jawa Barat: Sukabumi, Cianjur, Garut, Tasikmalaya, Pangandaran, dan Cilacap (curah hujan 120–220 mm dalam 24 jam terakhir). Banjir bandang di Sungai Cimanuk dan Citanduy semakin meluas.
Jawa Tengah: Kebumen, Purworejo, Cilacap, dan Wonogiri (genangan hingga 100–150 cm di kawasan rendah, longsor di lereng Gunung Slamet dan Merapi).
Jawa Timur: Pacitan, Trenggalek, Ponorogo, dan Tulungagung (banjir bandang di Sungai Grindulu dan longsor di lereng Gunung Wilis).
Sumatera Selatan dan Lampung: pesisir selatan masih terendam banjir rob dan luapan sungai Musi serta Way Sekampung.
Curah hujan kumulatif sejak 5 Februari mencapai 400–650 mm di beberapa titik pegunungan. BMKG memprediksi hujan sedang-lebat masih berpotensi hingga 9 Februari, terutama saat puncak pasang tinggi.

Dampak terhadap Masyarakat dan Respons Darurat: Ex-Siklon PENHA Melemah, Dampak Cuaca Masih Tinggi

Hingga Sabtu pagi, korban meninggal dunia bertambah menjadi 7 orang (3 di Garut, 2 di Cilacap, 1 di Pacitan, 1 di Tasikmalaya). Lebih dari 85.000 jiwa terdampak, dengan sekitar 14.000 orang mengungsi sementara ke masjid, sekolah, dan balai desa. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan miliar rupiah, termasuk rusaknya rumah, jembatan, jalan, sawah, dan infrastruktur listrik. Akses jalan nasional Sukabumi–Cianjur, Pacitan–Trenggalek, dan beberapa jalur di Cilacap masih terputus karena longsor dan genangan.
BPBD di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, dan Sumsel mempertahankan posko gabungan 24 jam. Tim SAR gabungan Basarnas, TNI-Polri, Tagana, PMI, dan relawan terus melakukan evakuasi menggunakan perahu karet, helikopter, dan alat berat. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan terpal sudah disalurkan ke lebih dari 400 titik pengungsian. Gubernur masing-masing provinsi menyatakan status tanggap darurat diperpanjang hingga 10 Februari dan meminta bantuan tambahan dari pusat.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG memperpanjang status siaga hingga 9 Februari dengan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi masih mungkin terjadi. Masyarakat diimbau:
Hindari aktivitas di tepi sungai, lereng curam, dan pantai saat cuaca ekstrem.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat-obatan, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi cuaca setiap jam melalui aplikasi Info BMKG atau radio lokal.
Pemerintah daerah juga diimbau mempercepat normalisasi sungai, pembersihan drainase, dan relokasi warga dari zona rawan longsor serta banjir bandang. BNPB menyiapkan stok bantuan logistik untuk 45 hari ke depan jika curah hujan tetap tinggi.

Kesimpulan

Meski siklon PENHA telah melemah menjadi bibit siklon pada 7 Februari 2026, dampak cuaca ekstremnya masih sangat tinggi di Jawa, Sumatera selatan, dan sebagian Kalimantan. Banjir, longsor, dan genangan terus melanda, dengan korban jiwa bertambah menjadi 7 orang dan puluhan ribu jiwa terdampak. Respons cepat BPBD, Basarnas, TNI-Polri, dan pemerintah daerah sudah terlihat efektif, namun potensi bencana susulan tetap tinggi selama hujan masih intens. Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti arahan resmi. Semoga cuaca segera membaik dan tidak menimbulkan korban lebih lanjut. Kesiapsiagaan dan solidaritas tetap menjadi kunci menghadapi sisa musim hujan yang masih panjang. Tetap aman dan saling bantu di tengah cuaca ekstrem ini.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *