Banjir Melanda Pekanbaru, Warga Dievakuasi Darurat

Banjir Melanda Pekanbaru, Warga Dievakuasi Darurat

Banjir Melanda Pekanbaru, Warga Dievakuasi Darurat. Hujan lebat yang mengguyur Pekanbaru sejak malam 30 Januari hingga pagi 2 Februari 2026 menyebabkan banjir parah di hampir seluruh kecamatan kota. Debit Sungai Siak dan Sungai Sail meluap deras, ditambah drainase kota yang tersumbat sampah dan sedimentasi. Hingga siang hari ini, BPBD Kota Pekanbaru mencatat 1.850 rumah terendam, 42 kelurahan di 12 kecamatan terdampak, dan sekitar 8.200 jiwa harus dievakuasi secara darurat. Ketinggian air bervariasi antara 50–220 cm, dengan titik terparah di Kecamatan Rumbai, Sukajadi, dan Tenayan Raya. Banjir ini menjadi yang terparah di Pekanbaru sejak 2021 dan memaksa pemerintah kota menetapkan status tanggap darurat hingga 5 Februari. REVIEW FILM

Penyebab Banjir dan Titik Rawan Utama: Banjir Melanda Pekanbaru, Warga Dievakuasi Darurat

Curah hujan mencapai 220–320 mm dalam 36 jam terakhir di wilayah Pekanbaru dan hulu sungai di Kabupaten Kampar serta Rokan Hulu. Debit Sungai Siak naik drastis hingga 1.800–2.200 m³/detik, melebihi kapasitas normal 1.200 m³/detik. Sungai Sail dan anak sungainya juga meluap karena hujan deras di hulu serta rob air pasang dari Selat Malaka. Drainase kota yang sudah lama tidak dibersihkan mempercepat genangan di kawasan permukiman padat.
Titik rawan utama yang masih tergenang parah hingga siang 2 Februari:
Kecamatan Rumbai Pesisir dan Rumbai: 620 rumah terendam, ketinggian air 150–220 cm, akses Jalan Sudirman terputus.
Kecamatan Sukajadi dan Lima Puluh: 480 rumah terendam, kawasan sekitar Mall Ska dan Jalan Tuanku Tambusai lumpuh total.
Kecamatan Tenayan Raya dan Marpoyan Damai: 550 rumah terendam, genangan mencapai 120–180 cm, beberapa sekolah dan puskesmas terendam.
Kecamatan Tampan dan Payung Sekaki: 200 rumah terendam, akses menuju Jalan Hang Tuah dan Jalan Soekarno-Hatta terhalang genangan.
Beberapa jembatan kecil ambruk, dan listrik padam di 28 kelurahan karena gardu induk terendam.

Dampak terhadap Masyarakat dan Evakuasi Darurat: Banjir Melanda Pekanbaru, Warga Dievakuasi Darurat

Lebih dari 8.200 jiwa terdampak langsung, dengan 1.850 keluarga (sekitar 7.400 orang) dievakuasi ke 42 posko pengungsian di masjid, sekolah, dan balai RW. Kerugian material diperkirakan mencapai puluhan miliar rupiah, terutama dari perabot rumah tangga, kendaraan roda dua yang terendam, dan kerusakan dinding serta plafon rumah. Belum ada laporan korban jiwa, tapi beberapa warga mengalami luka ringan akibat terseret arus dan serpihan material.
Evakuasi darurat dilakukan sejak dini hari 31 Januari menggunakan perahu karet dan truk tinggi. Petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI-Polri, Tagana, dan relawan berhasil mengevakuasi warga dari atap rumah dan lantai dua. Bantuan logistik berupa makanan siap saji, air minum, selimut, obat-obatan, dan tenda darurat sudah mulai disalurkan. Wali Kota Pekanbaru menyatakan status tanggap darurat hingga 5 Februari dan memerintahkan percepatan penyedotan air serta pembersihan saluran drainase.

Rekomendasi BMKG dan Langkah Antisipasi

BMKG memperpanjang status siaga hingga 4 Februari 2026 dengan potensi hujan sedang-lebat dan angin kencang masih mungkin terjadi di Riau bagian tengah dan pesisir. Masyarakat diminta tetap waspada terhadap banjir susulan, genangan di jalan, dan pohon tumbang. Rekomendasi utama:
Hindari melintas di kawasan genangan jika tidak mendesak.
Siapkan tas darurat berisi makanan, air, obat, senter, dan dokumen penting.
Pantau informasi banjir melalui aplikasi Info BMKG dan radio lokal.
Pemerintah kota juga diimbau mempercepat pembersihan saluran drainase, normalisasi Sungai Sail, dan relokasi warga dari zona rawan banjir rob serta luapan sungai.

Kesimpulan

Banjir parah di Pekanbaru akibat hujan ekstrem dan luapan Sungai Siak telah merendam ribuan rumah dan memaksa lebih dari 8.000 jiwa mengungsi darurat. Respons cepat BPBD, TNI-Polri, dan pemerintah kota sudah terlihat, namun potensi hujan lanjutan hingga awal Februari tetap menjadi ancaman. Peringatan BMKG harus menjadi perhatian serius bagi warga dan pemerintah daerah. Semoga genangan segera surut total dan masyarakat terdampak bisa pulih secepatnya. Cuaca ekstrem memang ujian berat, tapi kesiapsiagaan dan solidaritas bisa meringankan dampaknya. Tetap aman dan saling bantu, Pekanbaru!

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *