Lapangan Bola di Bekasi Terendam Banjir Sedalam 2 Meter

lapangan-bola-di-bekasi-terendam-banjir-sedalam-2-meter

Lapangan Bola di Bekasi Terendam Banjir Sedalam 2 Meter. Lapangan sepak bola di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, berubah menjadi genangan air dalam akibat banjir luapan sungai. Pada Senin, 19 Januari 2026, lapangan yang biasa digunakan warga untuk bermain bola terendam air setinggi sekitar dua meter. Banjir ini bagian dari musibah yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi sejak akhir pekan sebelumnya. Tragisnya, kejadian ini menelan satu korban jiwa, seorang remaja berusia 19 tahun yang tenggelam saat mencoba berenang di area tersebut bersama teman-temannya. Insiden ini menambah keprihatinan atas dampak banjir yang semakin parah di kawasan rawan. INFO GAME

Pendahuluan: Lapangan Bola di Bekasi Terendam Banjir Sedalam 2 Meter

Banjir melanda Kabupaten Bekasi sejak Minggu, 18 Januari 2026, setelah hujan deras disertai luapan Sungai Citarum dan Sungai Cibeet. Di Desa Bojongsari, lapangan sepak bola yang terletak di area rendah langsung menjadi salah satu titik terparah. Ketinggian air mencapai dua meter, membuat lapangan yang biasanya hijau kini menyerupai danau kecil. Banjir ini merendam tidak hanya lapangan, tapi juga permukiman sekitar, memaksa warga mengungsi. BPBD setempat mencatat puluhan desa terdampak dengan genangan bervariasi hingga satu meter di titik lain, tapi di Bojongsari justru lebih ekstrem. Kejadian ini menjadi sorotan karena menunjukkan risiko tinggi di area rekreasi saat musim hujan.

Kronologi Tragedi di Lapangan: Lapangan Bola di Bekasi Terendam Banjir Sedalam 2 Meter

Remaja berinisial J (19), warga Kampung Nanggewer, Desa Labansari, Kecamatan Cikarang Timur, bersama tiga temannya memutuskan berenang di lapangan yang terendam. Mereka datang sekitar siang hari Senin untuk mencari sensasi di genangan air yang dalam. Namun, arus air yang kuat dan kedalaman yang tak terduga membuat korban kesulitan bernapas. Teman-temannya berusaha menyelamatkan, tapi akhirnya korban hilang kontak. Tim SAR gabungan menemukan jenazah korban setelah beberapa jam pencarian. Kejadian ini terjadi di tengah upaya evakuasi warga sekitar yang rumahnya juga terendam. Banjir di lapangan ini dipicu luapan sungai yang meluap deras, ditambah drainase buruk di kawasan tersebut.

Dampak Banjir terhadap Masyarakat Sekitar

Banjir tidak hanya menenggelamkan lapangan sepak bola, tapi juga memengaruhi kehidupan sehari-hari warga Desa Bojongsari dan desa-desa tetangga. Puluhan rumah terendam, akses jalan terputus, dan aktivitas ekonomi terganggu. BPBD mencatat ribuan kepala keluarga terdampak secara keseluruhan di kabupaten, dengan ratusan orang mengungsi di pos-pos sementara. Di area lapangan, warga biasa menggunakan tempat itu untuk olahraga dan berkumpul, tapi kini menjadi zona bahaya. Imbauan agar tidak mendekati genangan dalam dikeluarkan berulang kali, tapi rasa penasaran remaja justru membawa korban jiwa. Banjir ini juga menyoroti masalah sistematis seperti tanggul sungai yang rentan jebol dan kurangnya penanganan drainase di wilayah pinggiran.

Upaya Penanganan dan Pencegahan ke Depan

Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan terus melakukan evakuasi dan distribusi bantuan. Pompa air dikerahkan untuk mengurangi genangan, meski proses surut memakan waktu karena curah hujan masih tinggi. Pemerintah daerah berencana mengevaluasi infrastruktur sungai dan drainase untuk mencegah kejadian serupa. Warga diimbau waspada terhadap genangan dalam, terutama di area lapangan atau tanah rendah. Kasus tenggelam ini menjadi pengingat bahwa banjir bukan hanya soal kerusakan materi, tapi juga nyawa manusia. Pendidikan keselamatan banjir perlu ditingkatkan, termasuk larangan bermain atau berenang di lokasi terendam. Dengan koordinasi yang lebih baik, diharapkan musim hujan tahun ini bisa dilewati dengan minim korban.

Kesimpulan

Lapangan bola di Bekasi yang terendam banjir sedalam dua meter bukan hanya cerita kerusakan fasilitas, tapi juga tragedi yang menewaskan seorang remaja. Banjir akibat luapan sungai ini menegaskan urgensi penanganan infrastruktur dan kesadaran masyarakat di wilayah rawan. Meski upaya evakuasi dan bantuan sedang berjalan, kejadian ini menjadi pelajaran pahit agar tidak meremehkan bahaya genangan air. Pemerintah dan warga perlu bekerja sama untuk memperkuat pencegahan, mulai dari perbaikan tanggul hingga edukasi risiko banjir. Semoga musibah ini mendorong perubahan nyata agar lapangan bola kembali menjadi tempat aman, bukan ancaman bagi nyawa.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *