Polisi & Petani Memanen 0,5 Ton Jagung. Polisi dari Polres setempat bersama puluhan petani di Desa Sukamaju, Kecamatan Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi, turun langsung ke sawah untuk memanen jagung pada 12 Januari 2026. Kegiatan ini menghasilkan sekitar setengah ton jagung segar yang langsung dibagikan kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi. Inisiatif ini menjadi bagian dari program pembinaan masyarakat yang digagas polisi untuk mempererat hubungan dengan petani serta membantu mengurangi beban ekonomi di tengah musim paceklik. Acara yang berlangsung sejak pagi hingga sore itu dihadiri ratusan warga yang ikut menyaksikan dan turut membantu, menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah panas matahari musim kemarau. INFO SAHAM
Kolaborasi Polisi dan Petani di Tengah Musim Kemarau: Polisi & Petani Memanen 0,5 Ton Jagung
Kegiatan dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan apel singkat di pinggir sawah, di mana perwira polisi menyampaikan bahwa tujuan utama bukan hanya memanen jagung, melainkan menunjukkan bahwa polisi hadir untuk masyarakat, terutama di sektor pertanian yang sedang menghadapi tantangan musim kemarau panjang. Petani setempat sudah mempersiapkan lahan seluas sekitar dua hektar yang ditanami jagung manis varietas unggul. Meski hasil panen kali ini tidak terlalu besar karena curah hujan rendah sepanjang musim tanam, petani mengaku senang karena polisi ikut turun tangan tanpa diminta. Beberapa petani senior bahkan bercanda bahwa ini pertama kalinya mereka melihat polisi memegang sabit dan parang untuk memotong batang jagung. Kolaborasi ini juga menjadi kesempatan bagi polisi untuk mendengar langsung keluhan petani terkait irigasi, pupuk subsidi, serta ancaman hama yang semakin sering muncul akibat perubahan iklim.
Proses Panen dan Distribusi Hasil: Polisi & Petani Memanen 0,5 Ton Jagung
Panen dilakukan secara bergotong-royong dengan pembagian tugas yang jelas. Sekelompok petani dan polisi bertugas memotong batang, sementara yang lain mengangkut tongkol ke truk pikap yang sudah disiapkan. Total panen mencapai sekitar 0,5 ton jagung segar yang dikumpulkan dalam waktu kurang dari empat jam. Setelah selesai, hasil panen langsung dibawa ke balai desa untuk dibersihkan dan dibungkus. Polisi bersama kepala desa kemudian mendistribusikan jagung tersebut kepada 150 kepala keluarga yang masuk kategori kurang mampu, termasuk lansia, janda, serta keluarga buruh tani yang sedang kesulitan ekonomi. Setiap keluarga mendapat jatah sekitar tiga hingga lima kilogram jagung segar yang bisa langsung diolah menjadi makanan sehari-hari. Warga penerima bantuan mengaku sangat terbantu karena harga jagung di pasar sedang tinggi akibat pasokan yang terbatas di musim kemarau.
Dampak Sosial dan Harapan ke Depan
Kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam bagi warga setempat. Banyak yang mengaku selama ini jarang melihat polisi turun langsung ke sawah untuk membantu kerja fisik, sehingga kehadiran mereka hari itu terasa sangat bermakna. Beberapa petani muda bahkan menyatakan niat untuk lebih aktif melaporkan masalah pertanian kepada polisi, karena merasa ada saluran komunikasi yang lebih terbuka. Polisi setempat berencana menjadikan kegiatan semacam ini sebagai agenda rutin setiap musim panen, dengan harapan bisa memperluas ke wilayah lain di Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini juga menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara aparat dan masyarakat bisa menghasilkan manfaat langsung bagi warga, terutama di sektor pangan yang menjadi kebutuhan pokok. Di tengah tantangan ekonomi dan iklim yang semakin berat, langkah kecil seperti ini dianggap mampu memperkuat rasa kebersamaan dan saling percaya antara polisi dan petani.
Kesimpulan
Kegiatan panen jagung bersama antara polisi dan petani di Desa Sukamaju menjadi contoh nyata kolaborasi yang menghasilkan manfaat langsung bagi masyarakat. Meski hasil panen hanya setengah ton, nilai sosialnya jauh lebih besar karena berhasil mempererat hubungan, membantu warga kurang mampu, serta menunjukkan bahwa polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tapi juga sebagai mitra dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini diharapkan bisa menjadi inspirasi bagi daerah lain untuk membangun sinergi serupa, sehingga di masa depan kerja sama antara aparat dan petani bisa lebih sering dilakukan dan memberikan dampak yang lebih luas bagi ketahanan pangan serta kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.