Petinggi Konstruksi Ditangkap Terkait Kebakaran Hong Kong

petinggi-konstruksi-ditangkap-terkait-kebakaran-hong-kong

Petinggi Konstruksi Ditangkap Terkait Kebakaran Hong Kong. Kebakaran dahsyat di kompleks apartemen Wang Fuk Court, Tai Po, Hong Kong, kini tambah tragis dengan penangkapan tiga petinggi perusahaan konstruksi. Pada Kamis pagi, 27 November 2025, polisi Hong Kong tangkap dua direktur dan satu konsultan teknik dari perusahaan yang tangani renovasi kompleks itu, atas dugaan pembunuhan berencana akibat kelalaian kotor. Kejadian ini respons cepat atas kebakaran Rabu sore yang tewaskan setidaknya 83 orang—termasuk seorang pemadam kebakaran—dan tinggalkan lebih dari 270 hilang. Api yang bermula dari scaffolding bambu cepat melahap tujuh dari delapan menara setinggi 31 lantai, picu tuntutan investigasi mendalam soal keselamatan renovasi. INFO TOGEL

Kronologi Penangkapan dan Perkembangan Investigasi: Petinggi Konstruksi Ditangkap Terkait Kebakaran Hong Kong

Penangkapan terjadi pagi hari di kantor perusahaan konstruksi di Kowloon, hanya 12 jam setelah api padam. Polisi sebut material bangunan—seperti jaring pelindung, terpal, dan lembaran plastik—tak penuhi standar keselamatan api, biarkan api lompat cepat antar gedung. Scaffolding bambu, yang dipasang untuk renovasi eksterior senilai 42,43 juta dolar Hong Kong, diduga jadi sumber api awal. Tiga tersangka, usia 45-60 tahun, ditahan untuk interogasi 48 jam. Wakil Komisaris Polisi Eddie Shane bilang, “Kelalaian kotor mereka kontribusi langsung pada penyebaran api yang cepat.” Investigasi paralel oleh Fire Services Department dan ICAC (Independent Commission Against Corruption) soroti kemungkinan korupsi dalam kontrak renovasi, termasuk penggunaan material murah tapi mudah terbakar.

Tuduhan Kelalaian dan Bahan Berbahaya: Petinggi Konstruksi Ditangkap Terkait Kebakaran Hong Kong

Fokus utama: bahan polistirena busa di dinding luar, yang mudah meleleh dan bantu api naik ke lantai atas. Saksi bilang api lompat via scaffolding, yang tutup jaring plastik non-combustible—standar yang seharusnya wajib tapi dilanggar. Mantan dewan Tai Po, Herman Yiu Kwan-ho, tuduh kolusi antara komite perumahan dan kontraktor: “Mereka pilih murah daripada aman.” Renovasi ini bagian program pemerintah untuk perumahan subsidi, rumah bagi 4.800 jiwa mayoritas lansia. Polisi klaim perusahaan abaikan protokol evakuasi, termasuk alarm yang tak berbunyi efektif karena jendela ditutup rapat lindungi debu. Tiga tersangka hadapi dakwaan pembunuhan berencana, yang bisa hukum seumur hidup jika terbukti.

Respons Pemerintah dan Dukungan Korban

Chief Executive John Lee umumkan dana darurat 300 juta dolar Hong Kong—sekitar 38 juta dolar AS—untuk rekonstruksi, bantuan medis, dan psikolog. Lebih dari 900 penghuni kini di penampungan sementara, dengan sukarelawan sortir makanan, pakaian, dan obat. HSBC dan bank lain tawarkan akses dana cepat untuk korban. Lee janji task force khusus selidiki keselamatan bangunan nasional, termasuk audit scaffolding bambu yang masih dipakai meski China daratan larang sejak 2021. Warga tuntut transparansi: “Jangan biarkan ini ulangi Grenfell Tower,” kata kelompok advokasi. Polisi tutup akses kompleks untuk forensik, tapi keluarga korban protes tuntut akses cari barang berharga.

Kesimpulan

Penangkapan tiga petinggi konstruksi atas kebakaran Wang Fuk Court adalah langkah awal keadilan, tapi investigasi harus telus untuk cegah tragedi serupa. Dari scaffolding berbahaya sampai material tak aman, kelalaian ini tewaskan puluhan dan hancurkan ribuan hidup. Pemerintah janji dana dan reformasi, tapi warga butuh akuntabilitas nyata—bukan janji kosong. Di kota padat seperti Hong Kong, keselamatan renovasi bukan opsional; ia keharusan. Semoga korban selamat, dan pelajaran ini selamatkan nyawa di masa depan.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *