Polres Dumai Ajak Anak TK Tanam Pohon Bersama. Polres Dumai menggelar kegiatan menarik pada 15 Agustus 2025, dengan mengajak anak-anak taman kanak-kanak (TK) di Kota Dumai, Riau, untuk menanam pohon bersama di halaman Mapolres Dumai. Kegiatan ini menjadi sorotan karena melibatkan puluhan anak-anak yang antusias menanam bibit pohon, mulai dari mangga hingga kelapa, bersama para polisi. Acara ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai cinta alam sejak dini. Dengan musim kemarau yang masih berlangsung, inisiatif ini diharapkan dapat mengurangi dampak polusi dan meningkatkan kesadaran lingkungan di kalangan masyarakat Dumai. Apa tujuan kegiatan ini, siapa saja yang terlibat, dan bagaimana tanggapan publik? BERITA LAINNYA
Dalam Rangka Apa Penanaman Pohon Bersama Ini Dilakukan
Kegiatan penanaman pohon ini digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, sekaligus sebagai bagian dari program “Polri Lestarikan Lingkungan” yang diinisiasi oleh Kepolisian Republik Indonesia. Polres Dumai memilih anak-anak TK sebagai peserta utama untuk menanamkan kesadaran lingkungan sejak usia dini, dengan harapan mereka akan tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap kelestarian alam. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mendukung program pemerintah dalam mengurangi emisi karbon dan mengatasi dampak perubahan iklim, terutama di wilayah Dumai yang dikenal sebagai kawasan industri dengan risiko polusi tinggi. Sekitar 100 bibit pohon ditanam di area Mapolres dan beberapa titik strategis di kota, lengkap dengan edukasi sederhana tentang pentingnya menjaga pohon agar tumbuh dengan baik.
Apakah Pemerintah Ada Yang Ikut Serta Dalam Kegiatan Ini
Kegiatan ini tidak hanya melibatkan Polres Dumai dan anak-anak TK, tetapi juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Dumai. Wali Kota Dumai, H. Paisal, hadir secara langsung untuk membuka acara dan ikut menanam pohon bersama anak-anak. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Dumai juga turut serta dengan menyediakan bibit pohon berkualitas dan memberikan panduan teknis penanaman. Selain itu, perwakilan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dumai hadir untuk memberikan edukasi tentang pentingnya pohon dalam mencegah banjir dan longsor, yang kerap menjadi ancaman di musim hujan. Kehadiran pejabat pemerintah ini menunjukkan sinergi antara kepolisian dan pemda dalam mendorong inisiatif lingkungan, sekaligus memperkuat pesan bahwa pelestarian alam adalah tanggung jawab bersama.
Tanggapan Masyarakat Indonesia Atas Hal Positif Ini
Kegiatan penanaman pohon oleh Polres Dumai bersama anak-anak TK mendapat sambutan hangat dari masyarakat, baik di Dumai maupun di media sosial. Banyak warganet memuji inisiatif ini sebagai langkah kreatif untuk melibatkan anak-anak dalam aksi nyata menjaga lingkungan. Foto-foto anak-anak TK yang ceria memegang sekop kecil dan menanam pohon bersama polisi menjadi viral, dengan banyak komentar positif seperti “Ini baru polisi yang inspiratif!” dan “Anak-anak diajari cinta alam sejak dini, bagus banget!”. Namun, ada pula sebagian masyarakat yang meminta agar kegiatan ini tidak hanya seremonial, tetapi diikuti dengan perawatan pohon yang konsisten. Beberapa warganet juga menyarankan agar program serupa diperluas ke sekolah-sekolah lain dan daerah lain di Indonesia. Secara keseluruhan, inisiatif ini dianggap sebagai langkah positif yang memperkuat citra polisi sebagai sahabat masyarakat dan meningkatkan kesadaran lingkungan.
Kesimpulan: Polres Dumai Ajak Anak TK Tanam Pohon Bersama
Kegiatan penanaman pohon bersama anak-anak TK yang digelar Polres Dumai pada 15 Agustus 2025 adalah langkah inspiratif untuk memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan RI sekaligus mempromosikan pelestarian lingkungan. Dengan melibatkan anak-anak, Polres Dumai berhasil menanamkan nilai cinta alam sejak dini, sementara dukungan dari Pemerintah Kota Dumai menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. Tanggapan positif masyarakat, baik secara langsung maupun di media sosial, menunjukkan bahwa inisiatif ini diterima dengan baik, meski ada harapan untuk keberlanjutan perawatan pohon. Acara ini bukan hanya tentang menanam pohon, tetapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk menjaga lingkungan demi generasi mendatang. Jika terus dikembangkan, program seperti ini bisa menjadi model bagi daerah lain di Indonesia untuk menciptakan dampak lingkungan yang lebih besar.