Buaya Dengan Besar 1,5 Meter Sering Muncul di SMAN 5 Depok

buaya-dengan-besar-15-meter-sering-muncul-di-sman-5-depok

Buaya Dengan Besar 1,5 Meter Sering Muncul di SMAN 5 Depok. Kemunculan buaya di lingkungan sekolah SMAN 5 Depok pertama kali dilaporkan warga pada awal Januari 2026. Sejak itu, hewan reptil tersebut rutin terlihat oleh siswa, guru, dan petugas kebersihan yang membersihkan area belakang sekolah. Panjang tubuhnya diperkirakan 1,4–1,6 meter dengan lebar badan yang cukup besar untuk ukuran buaya muara muda. Parit yang menjadi habitatnya berasal dari saluran irigasi lama yang mengalir dari kawasan perumahan ke arah Sungai Depok. Keberadaan buaya ini langsung menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya sangat dekat dengan area bermain siswa dan jalur pejalan kaki. Beberapa kali siswa sempat berlari ketakutan saat melihat buaya tersebut muncul di permukaan air, membuat suasana sekolah menjadi tegang. INFO GAME

Penampakan Berulang dan Reaksi Warga Sekitar: Buaya Dengan Besar 1,5 Meter Sering Muncul di SMAN 5 Depok

Buaya itu biasanya muncul di pagi hari sekitar pukul 06.30–07.30 WIB, tepat saat siswa mulai berdatangan, atau sore hari ketika kegiatan ekstrakurikuler selesai. Warga yang tinggal di perumahan belakang sekolah mengatakan buaya tersebut sering berjemur di tepi parit atau berenang perlahan mencari makanan. Beberapa kali ia terlihat membawa ikan kecil atau bangkai ayam yang dibuang warga ke saluran. Petugas kebersihan sekolah sempat mencoba mengusirnya dengan tongkat panjang, tapi buaya itu hanya menyelam dan muncul kembali beberapa jam kemudian. Reaksi siswa bervariasi: ada yang takut sampai enggan lewat jalur belakang, ada pula yang justru penasaran dan merekam menggunakan ponsel. Guru dan staf sekolah langsung membatasi akses ke area parit tersebut dan memasang pita peringatan sementara. Orang tua siswa mulai resah, meminta pihak sekolah dan pemerintah daerah segera menangani sebelum terjadi insiden yang tidak diinginkan.

Upaya Penangkapan dan Kendala di Lapangan: Buaya Dengan Besar 1,5 Meter Sering Muncul di SMAN 5 Depok

Tim dari Dinas Lingkungan Hidup dan BKSDA setempat sudah dua kali turun ke lokasi untuk menangkap buaya tersebut. Upaya pertama menggunakan jaring dan umpan ayam hidup gagal karena buaya cepat menyelam ke bagian parit yang lebih dalam dan berlumpur. Penangkapan kedua menggunakan perahu karet kecil juga tidak berhasil karena lebar parit sempit dan banyak rintangan akar pohon serta sampah. Petugas mengatakan buaya ini termasuk jenis muara (Crocodylus porosus) yang cukup agresif jika merasa terancam, sehingga penangkapan harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak melukai hewan atau petugas. Saat ini, rencana penangkapan berikutnya melibatkan tim khusus dengan peralatan lebih lengkap, termasuk jebakan besi dan obat bius ringan. Sementara itu, sekolah menutup akses ke belakang gedung dan mengalihkan jalur masuk siswa melalui gerbang utama. Pihak kelurahan juga memasang plang peringatan dan meminta warga tidak membuang sampah ke parit agar tidak menarik buaya keluar lebih sering.

Penyebab Kemunculan dan Risiko ke Depan

Parit di belakang SMAN 5 Depok sebenarnya bagian dari jaringan irigasi lama yang menghubungkan kawasan perumahan dengan Sungai Depok. Namun, selama bertahun-tahun saluran itu tidak pernah dibersihkan secara menyeluruh, sehingga menjadi tempat ideal bagi buaya kecil untuk bersembunyi dan tumbuh. Beberapa warga menduga buaya tersebut berasal dari pelepasliaran atau kabur dari kandang pribadi di masa lalu, karena populasi buaya liar di sungai-sungai Depok sudah sangat jarang. Risiko terbesar adalah jika buaya semakin besar dan mulai berpindah ke area yang lebih ramai. Siswa yang sering bermain di dekat parit, petugas kebersihan, dan warga yang mencuci di saluran berpotensi menjadi korban. Pihak sekolah dan kelurahan berkoordinasi untuk mempercepat penangkapan, sambil mengimbau warga tidak mendekati atau memberi makan hewan tersebut agar tidak menjadi terbiasa dengan kehadiran manusia.

Kesimpulan

Kemunculan buaya sepanjang 1,5 meter di belakang SMAN 5 Depok menjadi peringatan serius tentang kondisi saluran air dan pengelolaan lingkungan di kawasan padat penduduk. Meski belum ada korban jiwa, ketakutan siswa dan warga sudah nyata. Penangkapan segera diperlukan agar situasi tidak memburuk, sementara pembersihan saluran dan pengawasan harus dilakukan secara berkala ke depannya. Kejadian ini juga mengingatkan bahwa satwa liar bisa muncul di tempat tak terduga jika habitatnya terganggu. Semoga buaya tersebut segera ditangkap dengan aman dan kehidupan di sekitar sekolah kembali normal tanpa rasa was-was.

BACA SELENGKAPNYA DI…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *